Selasa, 09 Oktober 2012

penyakit parasit pada ternak


Parasitologi adalah ilmu yang mengkaji mengenai segala sesuatu yang menyebabakan penyakit atau infeksi oleh parasit, baik macam parasit atau cara menginfeksi kepada induk semang atau hospes Parasitme adalah hubungan interaksi antar dua individu dimana salah satu pihak dirugikan yaitu inangnya, dan pihak lain diuntungkan. Parasit adalah organisme yang hidup pada atau didalam tubuh beberapa organisme lain. Parasit dapat berupa hewan atau tumbuhan yaitu virus, bakteri, jamur, protozoa, cacing dan arthropoda. Parasit terdiri dari dua macam yaitu, endoparasit dan ektoparasit. Endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inangnya. Contohnya protozoa. Sedangkan ektoparasit yaitu parasit yang hidup pada bagian luar inangnya. Contohnya insekta.
Organisme yang ditumpangi oleh parasit disebut inang. Inang terdiri dari dua macam, yaitu inang definitif dan inang perantara. Inang definitif adalah inang yang didalamnya terdapat parasit yang mengalami perkembangbiakan seksual, umunnya terdiri dari hewan vertebrata dan manusia. Inang perantara adalah inang yang didalamnya terdapat parasit pada stadium muda atau aseksual. Contohnya molusca dan nyamuk anopheles.
Dari bermacam jenis binatang serangga, jumlah spesies yang termasuk phylum Arthropoda mempunyai sekitar 700.000-800.000 spesies telah di identifikasi. Jenis yang kedua adalah Arachnida yang mempunyai 50.000-60.000 spesies dan Crustacea ada sekitar 30.000 spesies. Parasit yang termasuk dalam golongan insecta ini adalah sangat penting dalam penelitian bidang ecologi, agriculture, medical dan ekonomi.
Arthropoda mempunyai cuticula yang mengandung chitine dan hampir semua bentuk cuticula adalah eksoskeleton yang berfungsi untuk pelindung alat dalam yang lunak, tempat melekat otot, penerus rangsang dari luar dan mengatur penguapan cairan tubuh.. Tubuhnya beruas-ruas terdiri dari kepala, dada dan perut. Pada bagian kepala ditemukan sepasang antena sebagai indra peraba, mandibula yang berfungsi untuk menggigit dan sepasang mata. Bagian dada (thorax) ditemukan kaki dan sayap, sedangkan bagian perutnya beruas-ruas. Dalam proses pertumbuhannya menjadi dewasa, arthropoda selalu melepaskan kulit atau kutikulanya dan diganti dengan kulit baru. Proses tersebut dinamakan “moulting” atau ecdysis, dimana secara fisiologis proses tersebut dikontrol oleh hormon. Pada proses pertumbuhan dari larva menjadi dewasa serangga mengalami perubahan bentuk, proses ini disebut metamorfosis.
Dimana proses metamorfosis tersebut ada yang sempurna :telur—larva—pupa—dewasa, dengan bentuk muda dan dewasanya berbeda. Sedangkan yang tidak sempurna: telur—larva—nympha—dewasa, dimana bentuk muda dan dewasa hampir sama.
       Berdasarkan kepentingan secara medis, arthropoda dibagi dalam beberapa golongan yaitu:
  1. Serangga penular penyakit (vektor, hospes intermedier)
  2. Serangga sendiri menyebabkan penyakit (berparasit)
  3. Serangga mengeluarkan toksin menyebabkan toksisitas
  4. Serangga menyebabkan alergi
  5. Serangga yang menyebabkan rasa jijik dan takut (entomofobia)
Cara penularan penyakit oleh insekta ini dapat secara mekanik yaitu terbawa pada bagian luar tubuh insekta (misalnya kaki atau badan). Sedangkan penularan secara biologik dilakukan setelah serangga menghisap agen penyakit dari tubuh hospes masuk kedalam tubuh serangga. Penularan biologik ini ada dua bentuk yaitu:
  1. Agen penyakit dapat memperbanyak diri dalam tubuh serangga disebut “siklikopropagative” (Plasmodium, Trypanosoma dsb.).
  2. Agen penyakit hanya berubah menjadi larva infektif dalam tubuh serangga  disebut “siklikodevelopmental” (wucheria, onchocerca).
Salah satu contoh dari parasit adalah kutu. Kutu adalah ektoparasit yang kecil, tidak bersayap, dari unggas dan mamalia. Serangga ini sering kali dibagi menjadi dua ordo yang terpisah yaitu Mallophaga (kutu pengigit) dan Anoplura (kutu penghisap). Sub ordo Anoplura mengandung beberapa jenis sebagai parasit pada hewan-hewan peliharaan dan dua jenis yang menyerang manusia. Serangga-serangga ini adalah ektoparasit yang mengganggu, dan beberapa vektor penyakit yang penting. Banyak kutu pengigit (sub family amblycera dan ishnocera) adalah hama hewan-hewan peliharaan, terutama unggas.
Kutu-kutu ini menyebabkan iritasi yang menyakitkan, dan hewan- hewan yang terinfestasi kesehatan dan berat badannya menurun. Kutu yang berbeda jenis menyerang tipe-tipe unggas dan mamalia peliharaan yang berbeda, dan tiap-tiap jenis biasanya menginfestasi suatu bagian tubuh induk semang. Tidak satupun kutu penggigit dikenal menyerang manusia.

  • Klasifikasi serangga parasit yang menyebabkan penyakit
Ordo
Famili
Genus
Spesies
Vektor/parasit
1. Diptera
Simuliidae
Simulium
S.damnosum
Onchocerca
Psychodidae
Sub fam: Phlebotominae

Phlebotomus
Phlebotomus sp
P. papatasi
P. sergenti

Lutzomia verucorum
Leishmania
Bartonella
Penyakit virus
Lutzomia
Ceratopogonidae
Culicoides
C. variipens
Virus blu tongue
a. Culicidae
Culex
C. tarsalis
C. pipiens
C. tritaenorinchus
Penyk. Tidur
filariasis
Jap.encephal.
Aedes
A. aegypti
Yelow fever
Dengue
Sub fam:
Anophelinae
Anopheles
A. quadrimaculatus
dsb
Malaria
Sub ordo:
Brachyera
Tabanidae
Chrysops
Chrysops sp
Loa loa
Muscidae
Musca
M. domestica
bakteri
spora jamur
telur cacing
cysta protozoa
Glossina
G. palpalis
G. fuscipes
G. tachinoides
Trypanosomiasis
2. Acari
Sub ordo:
Metastigmata
Ixodidae
(caplak keras)
Ixodes
I. pacificus
I. holocyclus
Paralysis
Haemophysalis
H. cordeilus

Dermacentor
D. andersoni
D. occidentalis
paralysis
virus
Amblyoma
A. americanum
A. cayenense
Tularemia
Rhipicephalus
R. apendiculatus

Boopphilus
B. microplus
Babesia
Argasidae
(caplak lunak)
Ornithodoros
O. hermisi
O. savignyi
Relapsing vefer
Gatal
Otobius
O. megnini
Gatal
Argas
A. persicus

Sub ordo:
Prostigmata
Demodicidae
Demodex
D. foliculorum
D. brevis
Kutu rambut
Sub ordo:
Astigmata
Psoroptidae
Chorioptes
C. bovis

Sarcoptidae
Sarcoptes
S. scabei
Zoonosis,gatal
3. Phthiraptera
(True Lice)
Sub Ordo:
Mallophaga
Sub family:
Amblycera
Nemacanthus
N. galinus
N. stramineus

Menopon
M. gallinae

Sub ordo:
Anoplura

Pediculus
Phthirus
Ped. humanus
Pht. pubis
tuma
tuma rambut
4. Hemiptera
(bug)
Reduviidae
Reduvius
R. personatus
Tryp.cruzi
Triatominae
Triatoma
T. infestans
Tryp.cruzi
5. Shiponoptera
(fleas; pinjal)
Pulicidae
Pulex
P. irritans
Plague
P. simulans
Yusticia pestis
Tungidae
Tunga
T. penetrans
Gatal sangat


ORDO PHTHIRAPTERA
(TRUE LICE)
Ordo Phthiraptera ini dibagi ke dalam dua sub ordo penting, yaitu Anoplura (kutu penghisapt) dan Mallophaga (kutu penggigit). Kutu atau tuma adalah nama yang diberikan pada serangga parasit. Kutu merupakan serangga yang berukuran kecil, yaitu berukuran mulai dari 1mm–10 mm, mengalami metamorfosis bertahap/tidak sempurna (hemimetabola), tipe mulut untuk menusuk, menghisap, atau mengunyah dan tidak bersayap. Anggota dari spesies ordo ini ditemukan sebagai parasit pada manusia dan hewan.
Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut:
  1. Telur
  2. Nympha, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit.
  3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan.

  • Sub Ordo: Anoplura (tuma/kutu)
Dalam ordo ini yang paling penting dalam bidang medis adalah spesies Pediculus humanus dan Phthirus pubis, dimana P. humanus lebih penting. Anoplura memakan darah induk-semang mereka. Bagian-bagian mulut kutu penghisap terdiri dari 3 stilet penusuk yang secara normal ditarik masuk kedalam satu kantung stilet didalam kepala.
Bagian-bagian mulut sangat khusus dan sulit untuk menghomologkan dengan serangga-serangga penghisap lainnya. Terdapat satu rostrum yang pendek pada ujung anterior kepala dari tempat itu tiga stilet penusuk dijulurkan. Rostrum tersebut dapat disembulkan dan dilengkapi di bagian dalam oleh geligi kecil yang melengkung. Stilet-stilet tersebut kira-kira sama panjangnya dengan kepala, dan bila tidak dipakai ditari ke dalam satu struktur seperti kantung yang panjang yang terletek di bawah saluran pencernaan. Stilet dorsal merupakan maxila yang bersatu, tepi-tepinya melengkung ke atas dan ke dalam membentuk suatu buluh yang bertindak sebagai saluran makanan. Stilet tengah sangat ramping dan mengandung saluran air liur. Stilet ventral adalah organ penusuk yang utama yang bentuknya seperti talang. Bila seekor anoplura makan, stilet-stilet disembulkan melalui sebuah rostrum di bagian depan kepala.
Ordo Anoplura telah diketahui sekitar 100 spesies serangga yang berperan sebagai parasit pada manusia. Kutu yang paling dikenal yang berparasit pada manusia ada tiga spesies, yaitu :
  1. Pediculus humanus capitis
  2. Pediculus humanus humanus
  3. Phthirus pubis



Genus Pediculus
Ada 2 sub spesies dari Pediculus humanus, yaitu Pediculus humanus humanus dan Pedculus humanus capitis. Dimana kedua sub spesies ini sulit dibedakan secara morfologi dan kebanyakan orang menyebutnya sebagai penyebab “dandruf” Ada dua sub spesies lain yaitu P. humanus corporis dan P. humanus vestimenti, tetapi keduanya tidak begitu penting.
Walaupun sulit dibedakan secara morfologi kedua sub spesies ini dibedakan menurut daerah infestasinya yaitu : yang menyerang badan adalah P. humanus humanus dan yang menyerang kepala adalah P. humanus capitis. Keduanya dapat kawin silang, tetapi anaknya bersifat infertil.
Pediculus humanus corporis (Kutu Badan)
  • Klasifikasi
Kingdom Animalia
Phylum Arthropoda
Classis Insecta
Ordo Phthiraptera
Subordo Anoplura
Family Pediculidae
Genus Pediculus
Spesies P. Humanus corporis

Pediculus humanus corporis, adalah spesies penting yang menyebabkan penyakit pada manusia terutama di daerah dingin yaitu: Epidemic (louse borne) typhus, trench fever dan relapsing fever. 
Diperkirakan kutu badan adalah kutu kepala yang turun kebawah. Kutu badan berukuran jantan 2-3mm dan betina 2-3 mm, banyak terdapat didaerah dingin, sedagkan di daerah tropis kebanyakan kutu kepala. Kutu badan adalah merupakan vektor penyakit tiphus yang hanya terjadi di daerah dingin, karena kutu badan adalah satu-satunya vektor. Tetapi kutu kepala dapat merupakan hospes cadangan untuk organisme tiphus dan berpotensi untuk menularkannya. Kutu badan adalah kutu yang “aneh” karena hidupnya pada baju (di daerah dingin orang memakai baju rangkap lebih dari 2 dan lama tidak dicuci karena orang jarang berkeringat), apabila hawa dingin maka dia bergerak ke tubuh hospes, jadi biasanya kutu ini tinggal di pakaian lapis pertama.
Telur kutu badan diletakkan pada serat baju dan menetas sekitar 1 minggu kemudian, segera membentuk nynpa dan akan menjadi dewasa bila dekat dengan badan hospes. Apabila baju tidak dipakai beberapa hari maka kutu akan mati.

Pediculus humanus capitis (Kutu Rambut)
  • Klasifikasi
Kingdom Animalia
Phylum Arthropoda
Classis Insecta
Ordo Phthiraptera
Subordo Anoplura
Family Pediculidae
Genus Pediculus
Spesies P. Humanus capitis

Kutu kepala/rambut cenderung lebih kecil dari kutu badan, dengan ukuran 1-1,5 mm yang jantan dan yang betina 1,8-2,0 mm. Kutu rambut kepala betina dewasa dapat menghasilkan telur hingga 300 butir selama hidupnya. Telur berbentuk oval berwarna putih dan biasa disebut ”lisa”. Ukuran telur 0,8x0,3 mm, dimana telur ini melekat pada rambut. Biasanya kutu ini menyerang bagian belakang leher dan belakang telinga. Mereka mudah ditularkan dengan bersinggungan kepala, walaupun dalam kondisi rambut yang bersih. Kasus ini sering terjadi diantara anak sekolah dan infestasi yang berat terjadi pada kondisi yang padat (anak sekolah berkumpul) dan sanitasi yang kurang baik.
Secara umum infestasi kutu (kepala/badan) bukan suatu penyakit yang menakutkan, tetapi gigitan kutu ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, timbul papula kecil merah dan dapat berkembang menajadi timbulnya eksudat. Terjadi rasa gatal (pruritus) dan menyebabkan kerak yang akan berkembang menjadi dermatitis dan terjadi infeksi sekunder. Gejala terjadi berhari-hari bergantung pada kepekaan individu. Bilamana kutu kepala tidak diobati, rambut akan lengket satu dengan lainnya (gimbal) karena eksudat, jamur akan tumbuh dan berbau tidak enak. Kondisi tersebut dinamakan “plica polonica”, dimana sejumlah besar kutu ditemukan dibawah rambut yang laengket tersebut.
Kutu merebak dengan sentuhan dari satu kepala manusia pada kepala manusia lain. Kutu bergerak sepanjang rambut dari kepala orang yang mempunyai kutu ke rambutorang lain. Kutu tidak dapat terbang atau meloncat dan tidak merangkak pada perabot atau antara tempat duduk mobil. Kutu tidak dapat hidup di luar kepala manusia lebih dari beberapa jam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar